Dusun Krajan, Desa Jambewangi, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar. Namun, di balik potensi tersebut, masyarakat masih menghadapi persoalan klasik: limbah pertanian yang menumpuk dan kotoran sapi yang belum termanfaatkan secara optimal. Kondisi ini sering menimbulkan masalah lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga pencemaran sekitar.
Melihat permasalahan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Banyuwangi, yang dimotori oleh Ibu Karina Meidayanti, S.TP., M.Si., hadir dengan solusi inovatif. Tim PKM memperkenalkan teknologi produksi biogas berbasis limbah pertanian dan kotoran sapi sebagai energi alternatif ramah lingkungan.
Kegiatan ini diawali dengan identifikasi potensi limbah yang tersedia di Dusun Krajan. Jerami, sisa sayuran, dan kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai masalah, justru diolah menjadi bahan baku utama dalam pembuatan biogas. Masyarakat kemudian diberikan pelatihan mengenai cara pengolahan limbah tersebut, mulai dari proses fermentasi hingga pemanfaatan gas yang dihasilkan.
Tim PKM juga membangun instalasi biogas sederhana berupa digester skala rumah tangga. Melalui pendampingan teknis, masyarakat diajarkan cara pengisian bahan baku, pemeliharaan digester, serta pemanfaatan biogas untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak berhenti di situ, tim terus melakukan monitoring dan evaluasi agar penggunaan biogas dapat berkelanjutan.
Program PKM ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi yang inovatif dan aplikatif. Dengan memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran sapi, Dusun Krajan tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga melangkah menuju kemandirian energi.
Politeknik Negeri Banyuwangi, melalui Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, akan terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sejalan dengan visi membangun agroindustri berkelanjutan berbasis potensi lokal.